SIFAT DAN KEGUNAAN 120 JENIS KAYU
PERDAGANGAN INDONESIA
- PENGANTAR
Tulisan ini dibuat utamanya adalah
untuk dibaca masyarakat umum, agar informasi yang ada di dalamnya dapat
diketahui dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Sumber Data dan Informasi yang tertuang
dalam tulisan ini adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Bogor.
- PENGERTIAN TENTANG STRUKTUR KAYU
Struktur kayu merupakan suatu
struktur yang elemen susunannya adalah kayu. Dalam perkembangannya, struktur
kayu banyak digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan pekerjaan-pekerjaan
sipil, diantranya adalah : rangka kuda-kuda, rangka dan gelanggang jembatan,
struktur perancah, kolom, dan balok lantai bangunan.
Pada dasarnya kayu merupakan bahan
alam yang banyak memiliki kelemahan struktural, sehingga penggunaan kayu
sebagai bahan struktur perlu memperhatikan sifat-sifat tesebut. Oleh sebab itu,
maka struktur kayu kurang popular dibandingkan dengan beton dan baja. Akibatnya
saat ini terdapat kecenderungan beralihnya peran kayu dari bahan struktur
menjadi bahan pemerindah ( dekoratif ).
Namun demikian pada kondisi tertentu
( misalnya : pada daerah tertentu, dimana secara ekonomis kayu lebih
menguntungkan dari pada penggunaan bahan yang lain ) peranan kayu sebagai bahan
struktur masih digunakan.
Pengawetan adalah daya tahan kayu terhadap serangan hama yaitu
serangga dan jamur.
Kekuatan adalah daya tahan kayu terhadap kekuatan mekanis dari luar,
antara lain : daya dukung, daya tarik, daya tahan dan sebagainya.
Kelas Awet adalah tingkat kekuatan alami sesuatu jenis kayu terhadap
serangan hama dinyatakan dalam kelas awet I, II, III. Makin besar angka
kelasnya makin rendah keawetannya.
Kelas Kuat adalah tingkat ketahanan alami suatu jenis kayu terhadap
kekuatan mekanis (beban) dinyatakan dalam Kelas Kuat I, II, III, IV dan V.
Makin besar angka kelasnya makin rendah kekuatannya.